Setelah sebelumnya dengar berita proyek KFX/IFX dihentikan dari pihak Korea Selatan agak uring-uringan, hehehe. Soalnya negara sudah keluar dana banyak untuk kerjasama patungan pembuatan pesawat tempur generasi 4.5 ini. Ternyata proyeknya dihentikan karena ada pergantian tampuk kekuasaan di Korea sana, pergantian presiden menyebabkan adanya penundaan eksekusi anggaran, dalam kasus KFX/IFX selama setahun.
Beberapa minggu kemarin dengar bahwa proyek ini dimulai lagi pada fase pengembangan mesin, wah senengnya minta ampun. Pertama karena kita akan bisa buat sendiri pesawat tempur canggih, lebih canggih dari F-16 nya Amerika dan Su-27 nya Rusia. Kalau dibandingin sama F-22 Raptor dan PAK-FA 50 ya masih dibawahnya 0.5 generasi karena mereka sudah di generasi ke-5, tapi di tahun 2000 an ini samapa 2050 an masih bisa lah dipakai. Pesawat generasi ke-5 sekarang malah ndak kepakai, kenapa, karena terlalu canggih. Pesawat-pesawat yang dipakai sekutu di Timur Tengah paling hanya sekelas F-18/Hornet, itupun sudah lebih dari cukup. Kedua, karena dengan membangun pesawat sendiri, otomatis kemadirian alutsista kita lebih kuat, semoga dengan harga yang lebih rendah.
Proyek ini diharapkan selesai sekitar tahun 2021, hehehe, masih lama ya, ya iyalah, hampir semua proyek pesawat tempur di dunia ini membutuhkan waktu panjang dari rancang bangun, prototipe, sampai produksi. Semoga pemerintahan yang baru dan yang akan datang masih mendukung proyek ini.
Sempat kecewa saat TNI AU cuma beli Embraer dari Brasil yang pakai propeler dan T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan yang hanya sekelas pesawat latih, semoga beli lagi Sukhoi PAK-FA dan F-35 (tapi mahal....hehehe).
Walaupun begitu, horeee....:)
Beberapa minggu kemarin dengar bahwa proyek ini dimulai lagi pada fase pengembangan mesin, wah senengnya minta ampun. Pertama karena kita akan bisa buat sendiri pesawat tempur canggih, lebih canggih dari F-16 nya Amerika dan Su-27 nya Rusia. Kalau dibandingin sama F-22 Raptor dan PAK-FA 50 ya masih dibawahnya 0.5 generasi karena mereka sudah di generasi ke-5, tapi di tahun 2000 an ini samapa 2050 an masih bisa lah dipakai. Pesawat generasi ke-5 sekarang malah ndak kepakai, kenapa, karena terlalu canggih. Pesawat-pesawat yang dipakai sekutu di Timur Tengah paling hanya sekelas F-18/Hornet, itupun sudah lebih dari cukup. Kedua, karena dengan membangun pesawat sendiri, otomatis kemadirian alutsista kita lebih kuat, semoga dengan harga yang lebih rendah.
Proyek ini diharapkan selesai sekitar tahun 2021, hehehe, masih lama ya, ya iyalah, hampir semua proyek pesawat tempur di dunia ini membutuhkan waktu panjang dari rancang bangun, prototipe, sampai produksi. Semoga pemerintahan yang baru dan yang akan datang masih mendukung proyek ini.
Sempat kecewa saat TNI AU cuma beli Embraer dari Brasil yang pakai propeler dan T-50 Golden Eagle dari Korea Selatan yang hanya sekelas pesawat latih, semoga beli lagi Sukhoi PAK-FA dan F-35 (tapi mahal....hehehe).
Walaupun begitu, horeee....:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar